Struktur Komunitas Serangga Nokturnal Areal Pertanian Padi Organik pada Musim Penghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

Authors

  • Rudi Candra Aditama Brawijaya
  • Nia Kurniawan

Abstract

Pertanian organik merupakan sistem pertanian berkelanjutan dengan menekankan pada kestabilan lingkungan. Indikator kestabilan pertanian organik tersebut dapat diketahui dari keragaman dan kelimpahan serangga salah satunya serangga nokturnal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas dan struktur komunitas serangga nokturnal pada areal pertanian padi organik di musim penghujan. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan pengambilan sampel sebanyak enam kali dengan mengunakan metode Light Trap (LT) pada enam titik serta dilakukan pengukuran faktor abiotik. Data ditabulasi dalam Microsoft Excel. Struktur komunitas didapatkan dari indeks nilai penting (INP) dan indeks diversitas Shannon-Wienner. Serangga nokturnal di areal pertanian organik terdiri dari 10 ordo yang terbagi atas 42 famili dengan lima famili tertinggi berdasarkan indeks nilai penting (INP) yaitu Culicidae (23 %), Delphacidae (19 %), Pyralidae (13 %), Chrysomelidae (12 %), dan Formicidae (12 %). Diversitas serangga nokturnal yang diperoleh berdasarkan indeks diversitas Shannon-Wiener menunjukkan nilai (H'=4,146). Komposisi peran ekologis serangga nokturnal yang ditemukan terdiri dari herbivora (122 %), predator (33 %), scavanger (23 %), dan parasitoid (22 %). Faktor abiotik memiliki nilai yang tidak berbeda jauh pada setiap lokasi pengambilan sampel dengan rata-rata suhu 22-24o C, intensitas cahaya 40 lux, kelembaban udara 88 %, dan curah hujan kumulatif 2663 mm/tahun. 
Kata kunci : Komunitas,  Light Trap (LT),  Pertanian organik, Serangga nokturnal.

Author Biography

Rudi Candra Aditama, Brawijaya

Mahasiswa S1 Biologi

References

Badgley, C., J. Moghtader., E. Quintero, E. Zakem, M.J. Chappell, K.A. Vazquez, A. Samulon, & I. Perfecto. 2007. Organic agriculture and the global food supply. 22 : 86–108

Wheeler, S.A. 2008. What influences agricultural professionals' views towards organic agriculture. Ecological Economics. 65 : 145-154.

Pornpratansombat, P., B. Bauer., & H. Boland. 2011. The Adoption Of Organic Rice Farming In Northeastern Thailand. Journal of Organic Systems. 6.

Suheriyanto, D. 2008. Ekologi Serangga. Uin-Malang Press. Malang.

Gang & C, Sen. 2012. Differences in the nocturnal flight activity of insect pests and beneficial predatory insects recorded by light traps: Possible use of a beneficial-friendly trapping strategy for controlling insect pests. 109 : 295-401

Cox, G.W. 2002. General Ecology. Laboratory Manual. 8th Ed. McGraw Hill. New York.

Soegianto, A. 1994. Ekologi Kuantitatif : Metode Analisis Populasi dan Komunitas. Usaha Nasional. Surabaya.

Krebs, C.J. 2001. Ecology : The Experimental Analysis of Distribution and Abundance. 5th Edition. Benjamin Cummings. Menlo Park. California.

Hull, J. C. 2008. Encyclopedy of Ecology. Elsevier B. V. Netherland

Leksono, A.S. 2007. Ekologi Pendekatan Deskriptif dan Kuantitatif. Bayu Media. Malang.

Pathak, M.D., & Z.R. Khan. 1994. Insect pests of rice. International Rice Research Institute. Manila.

Michener, C.D. 2000. The Bees of the World. The Johns Hopkins University Press. Baltimore

Rueda, L. M., 2008. Global diversity of mosquitoes (Insecta: Diptera: Culicidae) in freshwater. Hydrobiologia. 595 : 477–487

Borror, D.J., A.T. Charles, & F.J. Norman. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga, Edisi Keenam. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Yanik, E & L, Unlu. 2010. The effects of different temperatures and relative humidity on the development, mortality and nymphal predation of Anthocoris minki. Phytoparasitica. 38 : 327-335

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2012. Data Klimatologi. Stasiun Klimatologi Karangploso. Kabupaten Malang.

Downloads

Published

2013-08-27

Issue

Section

Articles