Efek Blok Refugia (Ageratum conyzoides L., Ageratum houstonianum L., Commelina diffusa L.) Terhadap Pola Kunjungan Arthropoda di Perkebunan Apel Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang

fevilia suksma wardani, Amin Setyo Leksono, Bagyo Yanuwiadi

Abstract


ABSTRAK

Ekosistem yang terganggu dan aplikasi pestisida menyebabkan penurunan diversitas Arthropoda. Keberadaan Arthropoda dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan refugia di sekitar perkebunan apel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan, struktur komunitas, diversitas dan komposisi Arthropoda, efek blok refugia terhadap pola kunjungan Arthropoda, pengaruh faktor abiotik dan status fungsional Arthropoda. Pengamatan Arthropoda dilakukan secara visual control.  Pengukuran faktor abiotik meliputi suhu udara dan intensitas cahaya. Pengambilan data dilakukan empat kali pada musim buah dan empat kali sehari di setiap kombinasi refugia selama 15 menit setiap periode. Analisis struktur komunitas Arthropoda didapat dari nilai penting dan diversitas (Indeks Shannon-Wienner). Pola kunjungan dan komposisi Arthropoda (IBC) dibandingkan antar blok. Kelimpahan Arthropoda berjumlah 1424 individu terdiri dari 8 ordo dengan 28 famili, 5 famili tertinggi yaitu Aleyrodidae, Syrphidae, Pieridae, Tabanidae  1 dan Formicidae 2 dengan INP tertinggi yaitu Aleyrodidae (33.95 %). Diversitas Arthropoda tinggi dengan nilai 2-3. Rata-rata kesamaan komposisi Arthropoda menunjukkan tingkat kesamaan yang sedang. Blok refugia yang digunakan memiliki pengaruh terhadap kunjungan Arhropoda. Blok 1, 2 dan 4 menunjukkan tingkat daya tarik yang tinggi untuk menarik Arthropoda sehingga dapat direkomendasikan antara blok 1 dan 2. Status fungsional Arthropoda terdiri dari herbivor (54.14 %), polinator (28.72 %) dan predator (17.13 %). Suhu dan intensitas cahaya berpengaruh pada kelimpahan Arthropoda.

 

Kata kunci: Arthropoda, refugia, musim buah, visual control

Full Text:

PDF

References


Sugiman. 2008. Apel Batu Diserang Hama. Malang Post: Malang.

Ghozali, I. 2007. Budidaya Apel Organik. Seminar Pengelolaan Tanaman Secara Terpadu untuk Menuju Pertanian Berkelanjutan. PEI: Malang.

Brown, A.W.A. 1978. Ecology of Pesticide. John Wiley & Sons. Inc: New York.

Leksono, A. S., Zulfaidah, P. G., dan Brian, R. 2008. Pemetaan Perubahan Vegetasi Tumbuhan dan Komposisi Serangga Akibat Aktivitas Manusia di Kawasan Konservasi TNBTS. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati.

Sosromarsono S. dan Untung K. 2000. Keanekaragaman Hayati Artropoda Predator dan Parasitoid di Indonesia Serta Pemanfaatannya. Di dalam: Prosiding Simposium Keanekaragaman Hayati Arthropoda pada Sistem Produksi Pertanian; Cipayung, 16-18 Oktober 2000. Cipayung: PEIKEHATI p. 33-46.

Agrios, G.N. 1996. Ilmu Penyakit Tumbuhan. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.

Bugg, R.L, Colfer R.G, Chaney W.E, Smith H.A, & Cannon, J. 2008. Flower Flies (Syrphidae) and Other Biological Control Agents For Aphids in Vegetable Crops. ARN Publication 8285:1-25.

Allifah A.N. 2011. Efek Blog Refugia (C. odorata, M. pudica, B. mutica dan P. repens) Terhadap Pola Kunjungan Harian Musuh Alami di Lahan Pertanian. Tesis Jurusan Biologi, FMIPA Universitas Brawijaya: Malang.

Barbour, M.G., Triplehorn,C.A., & W.D.Pitts. 1987. Terrestrial Plant Ecology. Chapter 9: Method of Sampling The Plant Community. Menlo Park, Benjamin/Cummings Publishing Co: CA.

Price P.W. 1997. Insect Ecology, Third Edition. John Wiley & Sons, Inc: New York.

Halaj, J., D.W. Ross, and A.R. Moldenke. 1997. Negative Effects of Ant Foraging on Spiders in Douglas-fir Canopies. Oecologia 109 : 313–322.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Renika cipta: Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.