PEMANTAUAN KUALITAS FISIKO-KIMIA AIR DI MATA AIR NYOLO, CURAH GLOGO DAN CURAH LANG-LANG DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

Ayu Hilyatul Millah, Catur Retnaningdiyah

Abstract


Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air di mata air Nyolo dan salurannya yang terletak di Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang berdasarkan parameter fisiko-kimia dan indeks kualitas air menurut National Sanitation Foundation’s Water Quality Index (NSF-WQI). Pengambilan sampel air dilakukan pada enam stasiun yaitu hulu mata air Nyolo (stasiun I, II), saluran Curah Glogo (stasiun III dan IV) dan saluran Curah Lang-lang (stasiun V dan VI). Parameter yang diukur meliputi pH, DO, BOD, alkalinitas (bikarbonat), nitrat, dan turbiditas. Perbedaan nilai tiap-tiap parameter ditentukan dengan menggunakan uji Anova atau Brown Forsythe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter BOD, Nitrat, dan pH mata air Nyolo dan salurannya sudah memenuhi baku mutu kualitas air kelas I menurut PP No. 82 tahun 2001 untuk bahan baku air minum. Oksigen terlarut di mata air Nyolo dan salurannya termasuk rendah dan hanya memenuhi baku mutu kelas III untuk pertanian kecuali stasiun II yang termasuk dalam kelas IV. Parameter turbiditas pada stasiun IV tidak memenuhi standar baku untuk air minum berdasarkan WHO karena melebihi 5 mg/L. Kualitas air berdasarkan indeks kualitas air menurut National Sanitation Foundation’s termasuk dalam kategori sedang (medium).

Kata kunci : Mata air  Nyolo dan salurannya, indeks kualitas air NSF,  kualitas fisiko-kimia air

Full Text:

PDF

References


Kodoatie, R.J., dan R. Syarief. 2010. Tata Ruang Air. Andi Offset. Yogyakarta.

Helmer, R. and Ivanildo H. 1997. Water Pollution Control - A Guide to the Use of Water Quality Management Principles. behalf of WHO by F & FN Spon. London.

Retnaningdyah C., Suharjono, A. Soegianto, B. Irawan. 2010. Blooming Stimulation of Microcystis in Sutami Reservoir Using Nutrients Nitrate and Phosphate in Different Ratio. The Journal of Tropical Life Science 1(1): 42-46.

Isnaini, Agus. 2011. Penilaian Kulitas Air dan Kajian Potensi Situ Salan Sebagai Wisata Air di Universitas Indonesia, Depok.

Habiebah, R.A.S. dan C. Retnaningdyah. 2014. Evaluasi Kualitas Air Akibat Aktivitas Manusia di Mata Air Sumber Awan dan Salurannya, Singosari Malang. Jurnal Biotropika. 2(1):40-45.

Mariantika, L. Dan Retnaningdyah, C. 2014. Perubahan Struktur Komunitas Makroinvertebrata Bentos Akibat Aktivitas Manusia di Saluran Mata Air Sumber Awan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika 2(5):254-259.

Clesceri, L.S., Greenberg, A.E., Eaton, A.D., 1998. Standard Methods for the Examination of Water and Wastewater, 20th ed. American Public Health Association, Washington.

Ott, W.R. 1978. Environmental Indices Theory and Pratice. Ann rbor Scin.Publ.Inc. Ann Arbor. Mich. Wasington,DC.

Effendi, Hefni. 2003. Telaah Kualitas Air. Kanisius. Yogyakarta.

Sastrawijaya, A.T. 2000. Pencemaran Lingkungan. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Firdaus, M., B. Irawan dan N. Moehammadi. 2013. Keanekaragaman Makroinvertebrata Air Pada Vegetasi Riparian Sungai Orde 1 dan Sungai Orde 2 di Sistem Sungai Maron Desa Seloliman, Mojokerto. Jurnal Ilmiah Biologi.1(1):51-60.

Yulfiperius, M.R. Toelihere. R. Affandi dan D.S. Sjafei. 2004. Pengaruh Alkalinitas Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Ikan Lalawak Burbodes sp. Jurnal Iktiologi Indonesia.4(1):1-5.

Meutter, Frank Van de. 2005. Local and regional processesin macroinvertebrate communities in shallow lakes. Katholieke Universiteit Leuven Faculteit Wetenschappen Departement Biology. Laboratorium voor Aquatische Ecologie.

Oram, Brian. 2014. Monitoring the Quality of Surfacewaters. http://www.water-research.net/. Diakses pada tanggal 01 April, 2015.

Korsah, P. E. 2011. Phytoremediation of irrigation water using Limnocharis Flava,Typha Latifolia and Thalia Geniculata in a constructed wetland. Department of Theoretical and Applied Biology, Kwame Nkrumah University of Science and Technology. 1:19-23.

Retnaningdyah,C. dan E. Arisoesilaningsih, 2013. Ecological Significance of Irrigation Channel Riparian to Improve Benthic Macroinvertebrate Diversity. Oral Presentation on International Conference on Global Resource Conservation (ICGRC). February 7th-8th, Malang, Indonesia.

Prasetyo, H.D. dan C. Retnaningdyah, 2013. Peningkatan Kualitas Air Irigasi Akibat Penanaman Vegetasi Riparian dari Hidromakrofita Lokal Selama 50 Hari. Jurnal Biotropika. 1(4):149-153.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.