Pengaruh Rotasi Tanaman dan Agen Pengendali Hayati terhadap Nematoda Parasit Tanaman

nadiyatus saada thirdyawati, Suharjono Suharjono

Abstract


Tanah merupakan komponen yang terbentuk secara alamiah sebagai media pertumbuhan mahluk hidup, dari jenis tanaman hingga mikroba. Mikroba memiliki peran sebagai dekomposer sehingga dapat memertahankan keseimbangan ekosistem. Terdapat beberapa faktor pembatas dalam menjaga kualitas dan kuantitas tanah, yaitu tingginya serangan patogen dan nematoda parasit tanaman. Berbagai cara dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut, mulai dari penggunaan pestisida sintetik hingga persilangan varietas unggul, sampai ditemukan upaya pengendalian yang ramah lingkungan dan tidak berdampak buruk bagi organisme non-target, yaitu rotasi tanaman dan pemanfaatan agen pengendali hayati. Upaya tersebut terbukti mampu memperbaiki dan meningkatkan mikro-flora dalam tanah akibat kerusakan alami maupun buatan. Meningkatnya jumlah mikroba dalam tanah, merupakan  indikasi dari yang tanah sehat, dan berdampak positif bagi peningkatan produktivitas tanaman.

Full Text:

PDF

References


Prihastuti. 2011. Struktur Komunitas Mikroba Tanah dan Implikasinya dalam Mewujudkan Sistem Pertanian Berkelanjutan. Jurnal El-Hayah 1(4): 174-181.

Thomas, J. B. dan E. D. P. Whelan. 1991. Genetic of wheat curl mite resistence in wheat : Recombination of Cmcl with the 6D centromer. Crop Sciences 31: 936-938.

Adnan, A. M. 2000. Ketahanan Beberapa Varietas Kedelai terhadap Nematoda Puru Akar (Meloidogyne incognita). Buletin Hama dan Penyakit Tumbuhan 12(1): 11-16.

Adegbite, A. A., G. O. Agbaje, M. O. Akande, N. A. Amusa, J. A. Adentumbi, dan O. O. Edeyeye. 2005. Expression of resistance to Meloidogyne incognita in kenaf cultivars under field conditions. World Journal of Agriculture Sciences 1(1): 14-17.

Carrera, L. M. 2007. Effects of cover crops, compost, and manure amendments on soil microbial community structure in tomato production systems. Applied Soil Ecology 37: 247-55.

Kerry, B. R., 2000. Rhizosphere interactions and the exploitation of microbial agents for the biological control of plant parasitic nematodes. Annual Review of Phytopathology 38: 423-441.

Bailey, K. L. dan L. J. Duczek. 1996. Managing cereal diseases under reduced tillage. Canadian Journal of Plant Pathology 18: 159-167.

Gupta, V. V. S. R. dan K. Sivasthamparam. 2003. Relevance of plant root pathogens to soil biological fertility. In Abbott, L.K. and Murphy, D.V.(eds.). Soil Biological Fertility- A Key to Sustainable Land Use in Agriculture. Kluwer Academic Publishers. Netherlands.

Sturz, A.V., B. R. Christie, dan J. Nowak. 2000. Bacterial endophyte: potential role in developing sustainable system of crop production. Critical Review of Plant Science 19: 1-30.

Silva, A. P., L. C. Babujia, L. S. Matsumoto, M. F. Guimaraes, dan M. Hungria. 2013. Bacterial Diversity Under Different Tillage and Crop Rotation Systems in an Oxisol of Southern Brazil. The Open Agriculture Journal 7(1): 40-47.

Esperchutz, J., A. Gattinger, dan P. Mader. 2007. Response of soil microbial biomass and community structures to conventional and organic farming systems under identical crop rotations. FEMS Microbiology Ecology 61: 26-37.

Govaerts, B., M. Mezzalama, K. D. Sayre, J. Crossa, K. Lichter, V. Troch, K. Vanherck, P. D. Corte, dan J. Deckers. 2008. Long-term consequences of tillage, residue management, and crop rotation on selected soil micro-flora groups in the subtropical highlands. Applied Soil Ecology 38: 197-210.

Priour, S., P. Aley, E. Chujoy, B. Lemaga, dan E. French. 2000. Integrated Control of Bacterial Wilt of Potato. International Potato Center. Peru.

Yulianti, T. 2009. Pengelolaan Patogen Tular Tanah untuk Mengembalikan Kejayaan Tembakau Temanggung di Kabupaten Temanggung. Perspektif 8(1): 1-16.

Luc, M., R. A. Sikora, dan J. Bridge. 1995. Nematoda parasitik tumbuhan, di pertanian subtropik dan tropik. Terjemahan Supraptoyo. Gajahmada University Press. Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.