Pengaruh Salinitas dan Aplikasi Bakteri Rhizosfer Toleran Salin Terhadap Komponen Hasil Tanaman Mentimun

Rikza Alfya cahyaty, Nurul Aini, Titin Sumarni

Abstract


Di Indonesia lahan salin yang potensial untuk dijadikan lahan pertanian sekikat 9.5 juta hektar. Namun kendala yang dihadapi pada lahan salin membutuhkan teknologi khusus untuk dapat mengurangi efek salinitas pada tanaman. salah satunya yaitu penggunaan bakteri rhizosfer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi optimum aplikasi bakteri rhizosfer untum meningkatkan ketahanan tanaman terhadap salinitas. Isolat bakteri yang digunakan dalam percobaan ini merupakan isolat hasil eksplorasi yang telah diidentifikasi yaitu Bacillus megaterium yang telah terbukti dari hasil percobaan pendahuluan yaitu mampu menambat nitrogen dan penghasil hormon IAA. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok kombinasi yaitu tanah non salin dan tanah salin dengan konsentrasi bakteri tanpa aplikasi bakteri, 7.5 ml L-1 bakteri rhizosfer, 15 ml L-1 bakteri rhizosfer, 22.5 ml L-1 bakteri rhizosfer,, dan 30 ml L-1 bakteri rhizosfer,. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah jumlah bunga jantan, betina, fruit set, bobot buah per buah, diameter dan panjangg buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas menyebabkan tanaman mentimun tidak dapat menghasilkan bunga betina. Aplikasi bakteri rhizosfer dengan konsentrasi 22.5 ml L-1 mampu meningkatkan bobot buah per buah sebesar 20.8 % dibandingkan dengan aplikasi bakteri dengan konsentrasi 7.5 ml L-1.

Keywords


Bacillus megaterium, Rhizosfer, Salinitas,

Full Text:

PDF

References


Wan SQ, Kang YH, Wang D, Liu SP, Feng LP 2007 EVect of drip irrigation with saline water on tomato (lycopersicon esculentum Mill) yield and water use in semi-humid area. Agric Water Manage (90):63–74.

Marwoso E. 2005. Pemanfaatan rizobakteria untuk pengendalian virus daun kecil kacang panjang ( Cowpea little leaft virus ). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Khalimi K & Wirya G. 2009. Pemanfaatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria Untuk Biostimulasi dan Bioprospecting. Ecotrophic4(2): 131-135.

Pessarakli, M. 1993. Handbook of Plan and Crop Stress.Marcel Dekker Inc. New York. 1180 pp.

Djukri. 2009. Cekaman Salinitas Terhadap Pertumbuhan Tanaman. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA,Fakultas MIPA, Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta

Suharyani, F. K. dan Karno. 2012. Pengaruh metode perbaikan tanah salin terhadap serapan nitrogen dan fosfor rumput benggala (Panicum maximum). Animal Agriculture Journal 2 : 168 -176.

Younesi, O., A. Baghbani, dan A. Namdari. (2013). The Effects of Pseudomonas fluorescence And Rhizobium meliloti Co-Inoculation in Nodulation and Mineral Nutrient Contents in Alfalfa (Medicago Sativa) Under Salinity Stress. Intl J Agri Crop Sci. 5 (14): 1500-1507.

Cicek N, Cakirlar H (2002). The Effect of salinity on some physiological parameters in two maize cultivars. Bulg. J. Plant Physiol. 28(1-2): 66-74

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Irdiana, I., Y. Sugito dan A. Soegianto. 2002. Pengaruh dosis pupuk organik cair dan dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays). J. Agrivita. 24 (1). 9-16.

Kloepper JW. 2004. Induced Systemic Resistance and Pr omotion of Plant Growth By Bacillus Species. Phytopathology 94, 1259-1266.

Egamberdiyeva, D. 2007. The effect of PGPR on Growth and Nutrient Uptake of Maize in Two Different Soils. Applied Soil Ecology. Vol.36(1). P : 184-189.

Patel D, CK Jha, N Tank and M. Meenu Saraf. 2012. Growth Enhancement of Chickpea in Saline Soils Using Plant Growth-Promoting Rhizobacteria. Journal of Plant Growth Regulator 31(1), 53-62.




DOI: http://dx.doi.org/10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.