Optimization of Neuron cells Maturation and Differentiation

Choirunil Chotimah, Fatchiyah Fatchiyah

Abstract


Penyakit neurodegenerasi adalah penyakit yang menyerang sel otak dan sumsum tulang belakang dengan mematikan selnya. Salah satu penyakit neurodegenerasi adalah HAD yang prevalensinya sekarang meningkat sekitar 37 %. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan penelitian untuk mencari obat yang dapat mencegah atau mengobati penyakit ini, salah satunya dalam bidang kultur jaringan dan sel hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis waktu optimal pertumbuhan kultur neuron otak tikus (Rattus norvegicus) dan tahapan diferensiasi morfologi sel neuron otak tikus. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengisolasi sel neuron fetus tikus yang berumur 18-19 hari dan ditumbuhkan secara in vitro (MEM+10%FBS+3%Penstrep). Hasil yang didapatkan adalah pertumbuhan sel neuron yang optimal terdapat pada hari kedelapan. Diferensiasi morfologi sel neuron dimulai pada hari ke-1 dengan morfologi sel berupa neuroblast apolar (berbentuk bulat), hari ke-2 morfologi sel neuron berupa neuroblast bipolar (sudah terbentuk akson dan dendrit), pada hari ke-3 sampai hari ke-14 sel sudah matang, dengan morfologi sel yaitu neuron bipolar, piramidal dan multipolar. Sel neuron yang matang mengalami optimalisasi pada hari ke-10.

Kata kunci : diferensiasi, kultur neuron, morfologi neuron, pertumbuhan sel neuron.


Full Text:

PDF

References


Bertram, L. dan E. T. Rudolph. 2005. The Genetic Epidemiology of Neurodegenerative Disease. The Journal of Clinical Investigation. 115:6.

Djati, M. S. 2006. Teknologi Manipulasi dan Kultur Sel-Jaringan Hewan. Teknologi Dasar untuk Pengembangan Bioteknologi Hewan melalui Kultur Sel-Sel Spesifik. Program Pasca Sarjana Universitas Brawijaya. Malang.

Freshney, R. I. 2000. Culture of Animal Cells. A Manual of Basic Technique. John Willey and Sons, Inc. New York.

Jana, M., A. Jana, U. Pal, dan K. Pahan. 2007. A Simplified Method for Isolating Highly Purified Neurons, Oligodendrocytes, Astrocytes, and Microglia from the Same Human Fetal Brain Tissue. Journal of Neurochem Res. 32(12): 2015–2022.

Nurmawati, T. 2008. Perubahan Jumlah Sel Neuron dan Mikroglia pada Kultur Neuron yang Dipapar dengan Lipopolysaccharide (LPS) dan Alfa Pinen. Tesis Program Studi Biomedik Kekhususan Farmakologi. Program Pasca Sarjana. Universitas Brawijaya. Malang.

Murtyastami, K. 2008. Kajian Efek α-Pinen terhadap iNOS (Inducible Nitric Oxide Synthase) pada Kultur Sel Neuron-Glia yang Dipapar Lipopolisakarida (LPS). Skripsi Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. Malang.

Shefi, O., I. Golding, R. Segev, E. B. Jacob, A. Ayali. 2002. Characterization of in vitro Neuronal Networks Morphological. Physical Review. 66 : 021905.

Ray, J., D. A. Peterson, M. Schinstine, dan F. H. Gage. 1993. Proliferation, Differentiation, and Long-Term Culture of Primary Hippocampal Neurons. Journal of Neurobiology. 90 : 3602-3606.

Sadler, T. W. 2004. Langman’s Medical Embryology, Ninth Edition. Lippincott Williams and Wilkins. USA.

Listiani, R. F. D. 2008. Kajian Pengaruh α-Pinen terhadap Konsentrasi NO (Nitric Oxide) pada Kultur Sel Neuron-Glia yang Dipapar LPS (Lipopolisakarida). Skripsi Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Brawijaya. Malang.

Kriegsten, A. R. dan M. A. Dichter. 1983. Morphological Classification of Rat Cortical Neurons in Cell Culture. Journal of Neuroscience. Volume 3. 1634-1647.

Junqueira, L. C., J. Carneiro, R. O. Kelley (Alih bahasa Jan Tambayong). 1995. Histologi Dasar. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Sodersten, E. 2009. On Molecular Mechanism of Neural Differentiation and Forebrain Development. Karolinska Institutet. Swedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.